Rabu, 26 Agustus 2015

Selamat Pagi

Selamat pagi Tembalang! Setelah semalaman begadang, sampailah pada pagi menjelang. ku tilik jam di hape, ternyata sudah pukul empat pagi. Ini rekor, duduk mengerjakan laporan di depan laptop selama10 jam lebih.
Maafkan aku Tuhan :( . Aku memilih tidursebentar. mengistirahatkan raga dan sukma yang tertekan. Memaksaku sembahyang di penghujung waktu yang Kau tentukan.
Sungguh Kebiasaanku jauh berbeda bukan?

***

Selamat pagi Magelang! Setelah ku tentukan pilihan tidur 5 jam, kini ku terbangun di dinginnya pagi. Masih pukul tiga dini hari. Suasananya masih sunyi. Hanya jangkrik yang menemani.
Subuh masih jauh.


Senin, 24 Agustus 2015

Indonesia, tempatku bermuara

Bu, biarkan kakiku menapaki luasnya bumi
Menjelajahi tiap jengkal Ilmu pengetahuan
Mengarungi Luasnya samudra Kehidupan

Bu, izinkanlah saja
Kemanapun ku pergi
kepadamu lah aku kembali
oh Ibu Pertiwi
Izinkanlah saja
Aku Berlari
dari ketakutanku pada negeri ini
Dimana Para petingginya sudah tuli
para penguasanya telah buta
menutup mata pada realita yang ada

Meski aku berlari jauh
hingga ilmuku telah penuh
Semuanya akan sia-sia
Jika ku tak pulang ke Indonesia

Indonesia, Tempatku bermuara
cinta buta
Sebobrok apapun dia
tetaplah engkau tanah air beta

Rabu, 19 Februari 2014

Dingin -_-

Bayangmu tak habis dimakan senja
Menggelayut di tiap sudut malam
Slalu menemaniku kala diam
Walau sekejap , bayangmu lelap

Apabila dingin ini kan berujung hangat
Aku siap,
Menunggumu sampai Tuhan berkehendak

Apabila dingin ini adalah racun
Aku masih siap,
Menunggumu samapa Tuhan memberiku obat

Tapi, jika dingin ini adalah luka
yang kau sendiri tiada tau rasanya
yang kau sendiri tak tau obatnya
Maka akulah kehampaan yang akan sirna

Kamis, 12 Desember 2013

Pendidikan Untuk Mencerdaskan Bangsa atau Malah Memperbobrok Moral Anak Bangsa?

Pendidikan Untuk Mencerdaskan Bangsa atau Malah Memperbobrok Moral Anak Bangsa?

Seperti yang kita ketahui , salah satu tujuan negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Nah, apakah ha itu sudah terlaksana dengan baik dan benar?. Mari simak untaian *Just Posting * berikut
Dengan adanya Ujian Nasional diharapkan menjadi tolok ukur seberapa cerdas siswa dalam bidang akademik atau pembelajaran, namun sayangnya hampir 70  masih menjadikan UN sebagai momok dalam kehidupan mereka. Kok bisa ya? Salah satu faktor takut UN ialah karena kurang PeDe akan kemampuan diri sendiri dan juga kebiasaan buruk selama tes atau pun ulangan.
Ketakutan yang paling besar yang dialami pelajar ialah bukan takut tidak dapat mengerjakan soal melainkan takut tidak lulus ujian alias GAGAL. Hal ini menjadi pemicu terjadinya kecurangan dalam ujian. Contoh yang sering kita jumpai adalah adanya bocoran - bocoran jawaban ujian yang dijual secara komersil meskipun secara sembunyi - sembunyi tentunya. Padahal Ujian sekarang ini sudah ada 20 paket akan tetapi belum juga efektif mengatasi masalah dekadensi moral anak bangsa.
Kejadian yang paling miris ialah ketika seorang guru mengajarkan siswanya taktik mencontek atau memberi contekkan dengan kode dan titik tertentu. Meskipun didasarkan pada prinsip "kebersamaan" hal ini menurut saya tidak dapat dibenarkan. Bahkan sekarang ada pula guru yang membolehkan siswanya untuk Open Book alias buka buku saat tes. Ini benar - benar moral yang buruk. Coba sekarang kita berfikir secara realistis, untuk apa kita belajar kalau pada akhirnya tes boleh buka buku?. Menguntungkan memang, khususnya bagi anak - anak bodoh yang berpandangan sempit. Tapi bukankah pendidikan kita memiliki karakter?
Karakter anak bangsa dalam dekade terakhir benar - benar terpuruk. Salah satu penyebabnya ialah merosotnya moral pejabat dan tenaga pendidik. Meskipun demikian ada bebarapa tenaga pendidik yang memang "original" bukan hanya mau kerja tapi mau memperjuangkan nasib anak bangsa.

"Teruslah Maju pendidikan negeriku, biarpun badai menghantam tetaplah mengudara dan jangan pernah jatuh !"
         

Asli buah ngawur dari otak Kharisatul Hidayah


Just 4 you


Kalau Saja Kamu Tahu

Kalau saja kamu tahu,
Tiap doaku terbesit namau,
Berharap Tuhan jaga langkahmu,
Agar tak jauh - jauh dariku

Kalau saja kamu tahu,
Aku berusaha mengubah diri
Menjadi yang terbaik
Walau hanya di matamu
Menjadi yang tercantik
Walau hanya di benakmu

Kalau saja kamu tahu,
Hatiku berbunga merekah
Tiap senyummu menusuk tulangku
Memberi gairah dan semangat

Kalau saja kamu tahu,
Air matamu yang jatuh
Adalah bagian dari sedihku
Karena di tiap jiwamu telah
Ku bebankan pikiranku

LELAH :O

LELAH

Aku lelah, teramat lelah
Menanggung beban sendirian
Tanpa teman, tanpa naungan
Benar - benar sendirian

Biarlah sinar matahari kan bunuh sukmaku
Biarlah kilau bintang kan butakan mataku
Biarlah dinginnya malam tusuk tulangku
Biarlah, biarlah, biarlah segalanya terjadi
Asal kau di sini
Aku percaya, aku yakin

Aku lelah, teramat sangat lelah
Menunggumu siang dan malam
Melantunkan namamu di tiap doa
Membubungtinggikan anganku untuk tangkap langkahmu
Sayang tak bisa

Cukuplah kau di sisiku
Ku berani bertaruh
Seluruh nyawa dan ragaku
Meski terbaring lemah
Asal kau di sini, aku percaya

Aku lelah, teramat lelah[u1] 
Menjadi yang kesekian dalam hidupmu





Puisi ini untuk kamu yang galau ♫۝

Puisi :)

Ini tanda baktiku, Ibu

Kemarin, wajahnya masih sama
Sama - sama terpahat duka
Sekarang pun masih sama
Sama - sama menahan luka
Namun , besok takkan ku biarkan
Bahkan hanya setitik air mata
Tak kan ku biarkan basahi pipimu

Ini tanda baktiku
Kan ku bawa bumi beserta isinya di hadapanmu
Agar engkau tak semendung kabut pagi
Agar kau tak sekusam langit malam

Ini tanda baktiku
'tuk bayar hutang - hutangku kemarin sore
Ketika kau curahkan seluruh hidup dan mati
Hanya untuk dengar suara tangis dan tawa
Dariku yang baru melihat dunia

Ini tanda baktiku
Yang belum bisa membeli
Tiap tetes peluh yang kau beri
Tiap piksel warna yang kau kata seni
Tiap air mata yang jatuh kalaku tak tersenyum lagi

Ini tanda baktiku, Ibu
Aku mencintaimu, walau mungkin tak sebesar cintamu dulu
tak sehebat pengorbananmu dulu
Tak semenakjubkan belaianmu dulu

Ibu, ibu, ibu

Kan ku cium surga di telapak kakimuIni tanda baktiku, Ibu