Kamis, 12 Desember 2013

Pendidikan Untuk Mencerdaskan Bangsa atau Malah Memperbobrok Moral Anak Bangsa?

Pendidikan Untuk Mencerdaskan Bangsa atau Malah Memperbobrok Moral Anak Bangsa?

Seperti yang kita ketahui , salah satu tujuan negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Nah, apakah ha itu sudah terlaksana dengan baik dan benar?. Mari simak untaian *Just Posting * berikut
Dengan adanya Ujian Nasional diharapkan menjadi tolok ukur seberapa cerdas siswa dalam bidang akademik atau pembelajaran, namun sayangnya hampir 70  masih menjadikan UN sebagai momok dalam kehidupan mereka. Kok bisa ya? Salah satu faktor takut UN ialah karena kurang PeDe akan kemampuan diri sendiri dan juga kebiasaan buruk selama tes atau pun ulangan.
Ketakutan yang paling besar yang dialami pelajar ialah bukan takut tidak dapat mengerjakan soal melainkan takut tidak lulus ujian alias GAGAL. Hal ini menjadi pemicu terjadinya kecurangan dalam ujian. Contoh yang sering kita jumpai adalah adanya bocoran - bocoran jawaban ujian yang dijual secara komersil meskipun secara sembunyi - sembunyi tentunya. Padahal Ujian sekarang ini sudah ada 20 paket akan tetapi belum juga efektif mengatasi masalah dekadensi moral anak bangsa.
Kejadian yang paling miris ialah ketika seorang guru mengajarkan siswanya taktik mencontek atau memberi contekkan dengan kode dan titik tertentu. Meskipun didasarkan pada prinsip "kebersamaan" hal ini menurut saya tidak dapat dibenarkan. Bahkan sekarang ada pula guru yang membolehkan siswanya untuk Open Book alias buka buku saat tes. Ini benar - benar moral yang buruk. Coba sekarang kita berfikir secara realistis, untuk apa kita belajar kalau pada akhirnya tes boleh buka buku?. Menguntungkan memang, khususnya bagi anak - anak bodoh yang berpandangan sempit. Tapi bukankah pendidikan kita memiliki karakter?
Karakter anak bangsa dalam dekade terakhir benar - benar terpuruk. Salah satu penyebabnya ialah merosotnya moral pejabat dan tenaga pendidik. Meskipun demikian ada bebarapa tenaga pendidik yang memang "original" bukan hanya mau kerja tapi mau memperjuangkan nasib anak bangsa.

"Teruslah Maju pendidikan negeriku, biarpun badai menghantam tetaplah mengudara dan jangan pernah jatuh !"
         

Asli buah ngawur dari otak Kharisatul Hidayah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar