Bayangmu tak habis dimakan senja
Menggelayut di tiap sudut malam
Slalu menemaniku kala diam
Walau sekejap , bayangmu lelap
Apabila dingin ini kan berujung hangat
Aku siap,
Menunggumu sampai Tuhan berkehendak
Apabila dingin ini adalah racun
Aku masih siap,
Menunggumu samapa Tuhan memberiku obat
Tapi, jika dingin ini adalah luka
yang kau sendiri tiada tau rasanya
yang kau sendiri tak tau obatnya
Maka akulah kehampaan yang akan sirna
SUGENG RAWUH
Rabu, 19 Februari 2014
Kamis, 12 Desember 2013
Pendidikan Untuk Mencerdaskan Bangsa atau Malah Memperbobrok Moral Anak Bangsa?
Pendidikan Untuk Mencerdaskan Bangsa atau Malah Memperbobrok Moral Anak Bangsa?
Seperti yang
kita ketahui , salah satu tujuan negara kita adalah mencerdaskan kehidupan
bangsa. Nah, apakah ha itu sudah terlaksana dengan baik dan benar?. Mari simak
untaian *Just Posting * berikut
Dengan adanya
Ujian Nasional diharapkan menjadi tolok ukur seberapa cerdas siswa dalam bidang
akademik atau pembelajaran, namun sayangnya hampir 70% masih menjadikan UN sebagai momok dalam kehidupan mereka. Kok bisa
ya? Salah satu faktor takut UN ialah karena kurang PeDe akan kemampuan diri
sendiri dan juga kebiasaan buruk selama tes atau pun ulangan.
Ketakutan yang
paling besar yang dialami pelajar ialah bukan takut tidak dapat mengerjakan
soal melainkan takut tidak lulus ujian alias GAGAL. Hal ini menjadi pemicu
terjadinya kecurangan dalam ujian. Contoh yang sering kita jumpai adalah adanya
bocoran - bocoran jawaban ujian yang dijual secara komersil meskipun secara
sembunyi - sembunyi tentunya. Padahal Ujian sekarang ini sudah ada 20 paket
akan tetapi belum juga efektif mengatasi masalah dekadensi moral anak bangsa.
Kejadian yang
paling miris ialah ketika seorang guru mengajarkan siswanya taktik mencontek
atau memberi contekkan dengan kode dan titik tertentu. Meskipun didasarkan pada
prinsip "kebersamaan" hal ini menurut saya tidak dapat dibenarkan.
Bahkan sekarang ada pula guru yang membolehkan siswanya untuk Open Book alias
buka buku saat tes. Ini benar - benar moral yang buruk. Coba sekarang kita
berfikir secara realistis, untuk apa kita belajar kalau pada akhirnya tes boleh
buka buku?. Menguntungkan memang, khususnya bagi anak - anak bodoh yang
berpandangan sempit. Tapi bukankah pendidikan kita memiliki karakter?
Karakter anak
bangsa dalam dekade terakhir benar - benar terpuruk. Salah satu penyebabnya
ialah merosotnya moral pejabat dan tenaga pendidik. Meskipun demikian ada
bebarapa tenaga pendidik yang memang "original" bukan hanya mau kerja
tapi mau memperjuangkan nasib anak bangsa.
"Teruslah
Maju pendidikan negeriku, biarpun badai menghantam tetaplah mengudara dan
jangan pernah jatuh !"
Asli buah ngawur dari otak Kharisatul Hidayah
Just 4 you
Kalau Saja Kamu Tahu
Kalau saja kamu tahu,
Tiap doaku terbesit namau,
Berharap Tuhan jaga langkahmu,
Agar tak jauh - jauh dariku
Kalau saja kamu tahu,
Aku berusaha mengubah diri
Menjadi yang terbaik
Walau hanya di matamu
Menjadi yang tercantik
Walau hanya di benakmu
Kalau saja kamu tahu,
Hatiku berbunga merekah
Tiap senyummu menusuk tulangku
Memberi gairah dan semangat
Kalau saja kamu tahu,
Air matamu yang jatuh
Adalah bagian dari sedihku
Karena di tiap jiwamu telah
Ku bebankan pikiranku
LELAH :O
LELAH
Aku lelah, teramat lelah
Menanggung beban sendirian
Tanpa teman, tanpa naungan
Benar - benar sendirian
Biarlah sinar matahari kan bunuh sukmaku
Biarlah kilau bintang kan butakan mataku
Biarlah dinginnya malam tusuk tulangku
Biarlah, biarlah, biarlah segalanya terjadi
Asal kau di sini
Aku percaya, aku yakin
Aku lelah, teramat sangat lelah
Menunggumu siang dan malam
Melantunkan namamu di tiap doa
Membubungtinggikan anganku untuk tangkap
langkahmu
Sayang tak bisa
Cukuplah kau di sisiku
Ku berani bertaruh
Seluruh nyawa dan ragaku
Meski terbaring lemah
Asal kau di sini, aku percaya
Menjadi yang kesekian dalam hidupmu
Puisi :)
Ini tanda baktiku, Ibu
Kemarin, wajahnya masih sama
Sama - sama terpahat duka
Sekarang pun masih sama
Sama - sama menahan luka
Namun , besok takkan ku biarkan
Bahkan hanya setitik air mata
Tak kan ku biarkan basahi pipimu
Ini tanda baktiku
Kan ku bawa bumi beserta isinya di
hadapanmu
Agar engkau tak semendung kabut pagi
Agar kau tak sekusam langit malam
Ini tanda baktiku
'tuk bayar hutang - hutangku kemarin sore
Ketika kau curahkan seluruh hidup dan mati
Hanya untuk dengar suara tangis dan tawa
Dariku yang baru melihat dunia
Ini tanda baktiku
Yang belum bisa membeli
Tiap tetes peluh yang kau beri
Tiap piksel warna yang kau kata seni
Tiap air mata yang jatuh kalaku tak
tersenyum lagi
Ini tanda baktiku, Ibu
Aku mencintaimu, walau mungkin tak sebesar
cintamu dulu
tak sehebat pengorbananmu dulu
Tak semenakjubkan belaianmu dulu
Ibu, ibu, ibu
Kan ku cium surga di telapak kakimuIni tanda baktiku, Ibu
Senin, 09 Desember 2013
Cinta Sebagai Motivasi Untuk Lebih baik
Ada kalanya hati butuh sesorang
untuk berbagi, butuh hati yang lain untuk melengkapi dan saling memberi. Namun
ada kalanya pula hati butuh untu sendiri , butuh untuk mengerti apa yang
terjadi.
Pengorbanan
yang benar itu perngorbana yang tanpa mengurangi nilai - nilai dalam cinta dan
tatanan norma. Ini film "a Crazy Little thing Called Love"
mencontohkan bagaimana perjuangan dan pengorbanan lewat cara yang inspiratif.
Karena pada dasarnya cinta itu suci , hanya saja manusia menggunakannya dengan
kurang bijak.
Jadikan
cinta sebagai motivasi dalam belajar, mengubah diri menjadi lebih baik dan
berkembang. Bagi yang sedang jatuh cinta
yang membahana beri arahan pada kekasih anda , saling berbagi dalam kebajikan
adalah kunci utama.
Cinta tak selamanya manis bukan? Bahkan cinta jug
menuntut sebuah pengorbanan, karena sejatinya cinta itu patut diperjuangkan.
Tapi sayangnya perkataan demikian banyak disalah artikan. Contoh yang mudah
adalah bolos demi apel sama pacar. Wah ! Ini bahaya loh .. Coba bayangkan
kalo pacarnya minta tiap hari ketemuan bisa - bisa bolosnya tiap hari juga. :o
Pengorbanan
yang benar itu perngorbana yang tanpa mengurangi nilai - nilai dalam cinta dan
tatanan norma. Ini film "a Crazy Little thing Called Love"
mencontohkan bagaimana perjuangan dan pengorbanan lewat cara yang inspiratif.
Karena pada dasarnya cinta itu suci , hanya saja manusia menggunakannya dengan
kurang bijak.
Jadikan
cinta sebagai motivasi dalam belajar, mengubah diri menjadi lebih baik dan
berkembang. Bagi yang sedang jatuh cinta
yang membahana beri arahan pada kekasih anda , saling berbagi dalam kebajikan
adalah kunci utama.
Jumat, 29 November 2013
Langganan:
Postingan (Atom)