Pernah gak kalian punya genk sewaktu SMP ? kalau pernah pasti tahu donk gimana rasanya itu.
Okay, aku dulu punya genk yang bernama "Widigda basanta " genk. kerenkan namanya ? ahhayyy :P. Nama tersebut diambil dari bahasa tua dari bahasa Jawa yang disebut Basa Kawi. Widigda basanta berasal dari dua kata yaitu : widigda yang berarti pintar dan basanta yang berarti bulan. Jadi harapan kami pada waktu itu ialah supaya kami bisa bersinar layaknya bulan dalam gelapnya malam.
Genk kami terdiri dari 6 orang yaitu aku (kharisa), Korief, Imam, Ningsih, Aini, dan Tria. Genk kita ini punya komitment loh ! salah satu komitment kita ialah #SUKSES UN. Selain itu tiap satu minggu sekali kita juga punya acara muncak ke bukit deket sekolah, keren kan?
Ini nih cerita yang aku alami bareng temen - temen WeBekum, yang gak mungkin terlupa.
Tettt... bunyi bel tanda pulang sekolah. Sesuai perjanjian hari Sabtu itu kita akan muncak ke bukit sebelah. Senua bekal , cemilan, dan semuanya sudah siap. capcuss ...!!!!
Langit cerah, awan putih dengan bangganya hilir mudik melintasi langit, daun - daun pinus menusuk nusuk dedaunan yang lain. Menyenangkan. Cuacanya amat mendukung.
15 menit berlalu , kami sampai di tempat biasa kami bermain. Ritual pertama dimulai, kita teriak - teriak ngluarin seluruh beban di hati dan di kepala. Lega. Ritual selamjutnya ialah curhat - curhat . Ritual ini yang paling aku suka, setiap kita punya masalah yang berbeda, setiap kita punya pandangan yang tak sama, jadi bisa saling menghargai.
"Eh Guys, udah jam 2 nih..!! pulang nyok " , seru Imam si ustad muda.
"Bentarlah gw belum puas ", Aini ngomong .
"oi? lah ini kan rumah lu, lu nginep aja sini :D ". Celoteh Tria.
Aini dengan segala tenaga menjotos Tria, eh malah nyungsep dia.Lucu .
Waktu menunjukkan pukul 3 sore. Kita setuju pulang. Dengan wajah lusuh dan peluh kita pulang. Eh? tapi kok lewat jalan lain yak? . Dasar 2 orang bujangan ini benar - benar menyusahkan.
Setelah 15 menit jalan, belum ada tanda - tanda tempat yang kita kenal. TERNYATA nyasar. Baju udah lusuh, bau pula.
Aini dengan lebaynya nangis. Akhirnya kita bertemu seorang petani, kemudian nanya jalan.YES bisa pulang.
Sampai di rumah malah dimarahin bokap . NGENES >
Tidak ada komentar:
Posting Komentar